Sabtu, 15 September 2012

Harga sebuah keajaiban Rp. 99.000,-



Arif, seorang anak yg masih duduk di bangku TK. Arif tinggal di sebuah PERUMNAS sederhana bersama Ayah, Ibu dan seorang kakak perempuan yg duduk di kelas V SD. Ayah Arif bekerja sebagai tukang ojek di depan Pasar, sedangkan Ibunya menjaga warung yang tidak begitu besar di rumahnya.
Alkisah Kakak Arif sudah beberapa bulan ini keluar masuk RS, dengan keluhan sering pusing bahkan sampai pingsan. Sudah cukup besar biaya yang Ayah Ibu keluarkan untuk kesembuhan kakak Arif. Tepat saat tabungan Orangtua Arif sudah habis, mereka mendapat kepastian dari RS bahwa Kakak Arif menderita Tumor di otaknya. Dan harus segera di operasi. Tentu saja biaya operasi tidaklah murah. Sedangkan Orangtua Arif sudah tiada tabungan maupun hartabenda yg bisa dijual untuk biaya Operasi kakak Arif.

Pada suatu malam,
"Bagaimana ini Bu .... ?", tanya Ayah kepada Istrinya.
"Ya bagaimana lagi ..... anak kita memang harus segera di operasi .... namun kita tak mampu membayar biayanya.". Jawab Istrinya pelan.
"Baiklah mari kita berdo'a .... semua kita serahkan kepada Yang Gawe Urip saja", balas Ayah dengan pasrah.
"Hanya ke ajaiban yang bisa menyembuhkan anak kita", Gumam Ibunya Arif.
Dari balik selimutnya Arif mendengar semua pembicaraan kedua Orangtuanya. Arif sangat menyayangi kakaknya, dia tampak sedih mendengar apa yang Orangtua bicarakan mengenai sakit kakaknya, namun sekejap kemudian Arif tersenyum dan tertidur pulas.

Keesokan harinya sepulang sekolah Arif langsung berlari ke Kamarnya. Arif mengambil celengan kaleng yang berisi uang receh sisa uang jajannya yang setiap hari Arif sisihkan. Dengan hati-hati Arif mengeluarkan semua uang tabungannya, dan dengan cermat ia menghitungnya. Semuanya ada 99 ribu rupiah. Lalu Arif berlari ke Apotek yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sesampai di Apotek yang kebetulan agak sepi hanya ada satu pengunjung yang sedang berbincang dengan petugas jaga Apotek itu. Arif diam di depan etalase Apotek, dia menunggu petugas itu selesai berbicara dengan seorang pengunjung. Cukup lama Arif menunggu, lalu Arif dengan uang koin yang dibawanya mengetuk-ngetuk kaca etalase untuk mencari perhatian. Akhirnya petugas jaga apotek itupun menoleh ke Arif dan menegurnya.
"Ada apa Dik... ?..... ini saya sedang bicara dengan saudara saya dari Jakarta." tegur petugas Apotek itu.
"Ini Tante..... ini juga tentang saudara saya.... tentang Kakak saya yang sedang sakit." jawab Arif.
"Dan saya ingin membeli keajaiban untuk mengobati sakit Kakak saya agar bisa sembuh...." Lanjut Arif.
"Maaf adik kecil..... kami tidak menjual keajaiban .... sekali lagi maaf kami tidak bisa membantu." kata petugas Apotek itu dengan nada agak kesal.
"Tapi saya punya uang ..... dan saya mampu membayar keajaiban itu untuk mengobati kakak saya."
Lalu, laki-laki saudara petugas apotek yang tadi ngobrol tiba-tiba mendekati Arif. Sambil membungkukkan badannya Ia bertanya kepada Arif. "Keajaiban macam apakah yang diperlukan untuk kesembuhan kakakmu ...?" tanyanya.
"Saya tidak tahu ...." Jawab Arif dengan mata yang berkaca-kaca. "Saya hanya tahu kakak saya sakit parah, Ayah bilang kakak harus dioperasi, tetapi ayah tak punya uang untuk membayar operasi itu. Dan Ibuku bilang bahwa hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan kakakku. Jadi saya mengambil seluruh uang tabunganku untuk membeli keajaiban itu"
"Berapa banyak uang tabungan yang kamu miliki ?"
"Ini semua ada Rp. 99.000,-" Sambil Arif menyodorkan uangnya yang dia bungkus dengan kantong plastik.
"Ah ....kebetulan sekali itu harga yang pas untuk seuah keajaiban". Laki-laki itu menerima uang dari arif, lalu menggandeng tangan Arif sambil berkata.
"Baiklah ayuk tunjukkan dimana rumahmu, aku ingin tahu dan melihat kakakmu serta bertemu dengan kedua orangtuamu, agar segera kita ketahui keajaiban macam apa yang kakakmu butuhkan".
Ternyata laki-laki itu seorang Dokter Spesial bedah syaraf dari jakarta yang baru pindah tugas di salah satu Rumah Sakit di Jogja. Operasi kakak Arif pun segera dijalankan. Dan semua biaya, Dokter itu yang menanggungnya. Operasi berjalan lancar,dan beberapa hari kemudian Kakak Arif sudah diperbolehkan pulang. Orangtua Arif menghadap Dokter yang mengoperasi untuk minta surat pengantar pulang.
"Terimakasih dokter... berkat Dokter anak kami bisa tertolong" kata Ibu Arif
"Iya sama-sama ... saya hanya menjalankan tugas saja"
"Ini betul-betul suatu keajaiban ........ lalu berapa semua biayanya Dok ?" tanya Ayah Arif.
"Keajaiban ini seharga Rp. 99.000,- ditambah rasa Cinta dan Kasih Sayang yang tulus. Dan semua sudah dibayar dengan uang tabungan Arif." Kemudian Dokter itu bercerita awal mula ia bertemu Arif.
Ayah dan Ibu Arif hanya bisa menangis mendengar cerita dokter itu. Mereka memeluk erat Arif.
Note : Ternyata Cinta, dan Kasih Sayang yang tulus mampu menciptakan suatu keajaiban yang luar biasa. Semoga bermanfaat.

NURAINI SI MALAIKAT KECIL


Nuraini keponakan tetanggaku seorang gadis pendiam yang cantik dengan rambut lurus panjang sampai ke pinggang. Sedari kecil rambut Nuraini sudah terbiasa dibiarkan panjang terurai. Sungguh jika ada kesempatan untuk ikut audisi gadis sunslik cilik pasti keponakan tetanggaku akan terpilih. Nuraini sekarang baru kelas 5 SD. Nuraini juga seorang anak yang ramah dan peduli terhadap temannya sehingga ia banyak disukai teman, baik di lingkungan rumah maupun di sekolahannya.

Agak berbeda sedikit dengan Nuraini, Mamahnya sangat bawel kalau tidak boleh dibilang cerewet dan teramat galak plus agak malas mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang menjadi kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Kebetulan di rumah Nuraini juga tidak ada pembantu karena kehidupannya pas-pasan meskipun tidak kekurangan.


Pada hari Minggu sore, saat Papah dan Mamah Nuraini sedang asyik nonton TV berdua tiba-tiba Nuraini masuk dari bermain di rumah Andi temen sekolah yang kebetulan juga tinggal satu komplek dengan Nuraini.

“Dari mana saja kamu Nur ?” tanya Mamahnya dengan sedikit berteriak.
“Dari rumah Andi Mah ….. Andi dah beberapa hari nggak masuk sekolah.” Jawab Nuraini sambil duduk di sofa di antara Papah dan Mamahnya.
“Pah … Mah ….boleh nggak Nuraini minta sesuatu ?”
“Minta apa lagi …… uang ? … uang terus…… kita nggak boleh boros beli ini itu yang tidak bermanfaat” Mamahnya langsung nerocos dengan muka marah seperti biasanya.
“Sudahlah Mah …… sabar dikit kenapa sih ? kita kan belum tahu apa yang Nur inginkan.” Lalu Papah memeluk Nuraini sambil membelai rambut panjangnya.
“Nur…. Kamu pengin apa ? saat ini Papah lagi nggak punya duit banyak…. Jadi Nur nggak boleh minta barang yang mahal-mahal, apa lagi barang yang tak berguna.” Papahnya berkata dengan sabar.
“Nur hanya mau minta uang Rp. 10.000,- untuk pergi ke Salon potong rambut, in sudah terlalu panjang rambut Nur, sangat ribet waktu pelajaran sekolah”.
“Salon …. Salon….seperti orang gedean aja potong rambut mesti ke Salon. Baik Mamah akan beri tambahan uang saku kamu setiap hari Rp.2.000,- tapi kamu harus janji mau mencuci baju, piring dan menyapu serta mengepel lantai.” Mamahnya berkata dengan sedikit marah.
“Mamah ……” potong Papah dengan lirih.
“Baiklah Mamah….Nur akan mengerjakan semua pekerjaan Mamah selama 5 hari untuk Nur mendapat uang Rp. 10.000,- tapi Papah dan Mamah mengijinkan Nur potong di Salon dengan model rambut sesuai kesukaan Nur”
“Baiklah …..” Jawab Mamahnya dengan mantap.
“Papah ? “, tanya Nur kepada Papahnya.
“Baiklah Nur … kalau itu yang Nur kehendaki dan bisa membuat Mamahmu bahagia” Jawab Papah sambil melirik Mamah yang pura-pura tidak melihatnya.

Satu minggu kemudian pada hari Sabtu sore. Nuraini, Papah dan Mamahnya duduk di ruang keluarga sambil nonton TV.
“Papah .. Mamah ….. Nur berterimakasih atas tambahan uang saku Nur selama 5 hari ini. Sekarang Nur mau ke Salon dan minta ijin Papah dan Mamah …. Nur mau potong semua rambut Nur. Nur ingin gundul.”
Tentu saja Papah dan Mamahnya kaget bukan kepalang, bahkan Mamahnya Nur yang bawel pun tiada dapat berkata apa-apa. Mereka jadi membayangkan bahwa selama 5 hari ini Nuraini sepulang sekolah telah bekerja keras menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga. Nuraini telah mengorbankan waktunya bermain, Nuraini telah mengabaikan rasa capai dan melupakan kesenangan nonton TV.
“Papah dan Mamah kemarin sudah berjanji. Papah dan Mamah mengajarkan Nur untuk selalu menepati janji. Maka Papah dan Mamah Nur mohon untuk menepati janji mengijinkan Nur potong rambut dengan model yang Nur inginkan yaitu Gundul.” Nur memohon dengan tetap tersenyum kepada Papah dan Mamahnya. Akhirnya Papah dan Mamahnya yang ingin mengajarkan moralitas untuk selalu menepati janji mengijinkan Nur untuk membotaki kepalanya. Maka pergilah Nur ke Salon di dekat Gapura jalan masuk Komplek sebelah rumah Andi teman sekolah Nur yang sedang sakit dan sudah hampir satu bulan tidak masuk sekolah.


Setelah beberapa lama Nuraini tiba di rumah dengan kepala Botak, tetapi Papah dan Mamahnya bertambah heran ketika melihat wajah Nuraini yang sangat ceria. Seolah Nuraini memperoleh kebahagiaan yang tiada terkira. Nuraini mencium tangan Papah dan Mamahnya, juga mencium pipi mereka sambil mengucapkan terima kasih.

“Papah ..Mamah maaf tadi selesai dari Salon Nuraini mampir ke rumah Andi sebentar. Sekali lagi Nur mengucapkan terima kasih kepada Papah dan Mamah. Hari ini Nur sangat bahagia”.

Pada hari Senin Nuraini berangkat sekolah dengan di antar Mamahnya. Nuraini tidak mau mengenakan topi,ia biarkan kepalanya yang Botak terlihat. Tiada rasa malu, Nuraini berangkat sekolah tetap dengan tersenyum. Sesampai di gerbang sekolah tiba-tiba ada seorang temannya yang memanggil dari dalam Mobil. Ternyata Andi teman Nuraini yang sudah beberapa hari ini tidak masuk sekolah. Lalu Nuraini dan Andi masuk kesekolah bersama-sama.


Belum hilang rasa kaget Mamahnya Nuraini, karena melihat Andi ternyata kepalanya juga Botak. Dia telah dikagetkan dengan teguran lirih dari Ibunya Andi.

“Ibu.... saya sangat mengucapkan terimakasih dan saya tahu Ibu pasti sangat bangga memiliki putri semulia Nuraini. Andi sudah beberapa hari tidak mau masuk sekolah karena malu rambutnya rontok dan menjadi botak karena kemoterapi, Andi menderita leukimia. Andi takut kepalanya yang botak nanti jadi bahan ejekan teman-teman sekolahnya sehingga Andi tidak mau bersekolah lagi. Tetapi hari Sabtu kemaren Nuraini datang menemui Andi, entah apa yang dikatakan Nuraini tetapi saya sungguh bahagia hari ini Andi mau bersekolah lagi. Benar-benar Nuraini adalah seorang malaikat kecil, dia mau mengorbankan rambutnya yang indah hanya untuk Andi supaya mau bersekolah lagi”

Lalu kedua Ibu-ibu itu saling berpelukan dan menangis.

--- Ternyata saya masih harus banyak belajar dari Nuraini si Malaikat Kecil, adakah Nuraini bersemayam dalam nurani kita ? --- 

Semoga bermanfaat.

CINTA SUAMI KEPADA ISTRI


Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.

Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelaiwanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup dan pernikahan kita akan lebih bahagia....."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik, sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya,sekitar 3 halaman.


Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir.

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.

"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun dikertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.... "


Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya...

Ia menunduk dan menangis.....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ?

Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Diterjemahkan dari tulisan : Trevor Klein. 

Semoga bermanfaat.

Sebab-sebab Naik-turunnya Iman dan Cara Meningkatkan Keimanan


CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :

1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits

a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya.

Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)
”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)

b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.

Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.

c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalaam.

Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.
Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalaam dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah  Shallahu ‘Alaihi Wasalaam menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasalaam. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah  Shallahu ‘Alaihi Wasalaam.

d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam

Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.

e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah  Shallahu ‘Alaihi Wasalaam, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)

Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in meng-khatamkan Qur’an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.

2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma’rifatullah)

Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar. Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.

3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas

Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.
a. Amalan Hati
Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.
b. Amalan Lidah
Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.
c. Amalan Anggota Tubuh
Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).

SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :

Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :

1. Kebodohan
Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.

2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan
Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah), tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.
Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).
Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah.

3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa
Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi belum tumbuh menjadi dosa besar.

4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, “..barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.

Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :

1. Syaitan
Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.

2. Bujukan dan rayuan dunia
Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).
Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang kita lakukan, seperti mencari nafkah,  bertemu teman dan keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang diperintahkan atau dilarang Allah. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas (daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.

3. Pergaulan yang buruk
Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).
Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.

Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat mengetahui “sebab-sebab naik-turunnya iman” dalam tulisan ini. Mari kita ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.

Sumber :
1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad
2. Asma’ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Jumat, 14 September 2012

Doa Hari Sabtu

Doa ini adalah doa Imam Ali Zainal Abidin (sa) salah seorang cucu Rasulullah saw.
(kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, bab 1, pasal 3)

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Bismillah – kalimat pemegang penjagaan, ucapan pencari perlindungan
A’udzubillah – aku berlindung pada Allah dari kekejaman manusia kejam, dari rekaperdaya manusia dengki, dari kezaliman manusia lalim
Aku memuji Dia di atas pujian semua yang memuji

Ya Allah, Engkau Yang Esa Tiada Tara, Engkau Raja Tiada Dirajai, tak terlawan ketentuanMu, tak tertolak kekuasaanMu
Aku bermohon, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, hambaMu dan utusanMu.
Bimbinglah aku untuk mensyukuri segala nikmat-Mu yang memungkinkan aku mencapai ridhaMu
Bantulah aku menaati-Mu dan melazimkan ibadah pada-Mu, memastikan ganjaran-Mu dengan karunia pertolongan-Mu
Kasihanilah aku, palingkanlah aku dari maksiat pada-Mu, selama Engkau menghidupkan aku, tuntunlah aku pada apa yang bermanfaat bagiku selama Engkau menghidupkan aku
Dengan kitab-Mu, legakan dadakuDengan bacaannya, ringankan bebanku
Karuniakan padaku keselamatan agama dan diriku,
Jangan terlantarkan aku dari semua orang yang menjadi kerinduanku
Sempurnakanlah kebaikan-Mu padaku, pada seluruh sisa umurku, seperti Engkau telah berbuat baik, pada umurku yang telah lalu
Wahai, Yang Terkasih dari segala yang mengasihi

Sabtu, 08 September 2012

Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?



1. Memang belum mengenal kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal Sifat, Af'al & AsmaNYA, Dia yg menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anakku, semua yg kulihat, semua yg kudengar, semua yg bergerak, semua yg berada dilangit & dibumi.
semua dihidupkanNYA " Al Muhyi"
semua akan dimatikanNYA "Al Mumiitu"
semua tun

duk dalam kehendak "Al Muriidu"
kekuasaanNYA "Al Qodiiru".
DIAlah yg mengatur semuanya "Ar Robbu"
DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS3:26-27).
DIa Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita
DIA Maha Mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hambaNYA.
Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yang kita hadapi dalam sholat selama ini?
Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma'siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?

2. Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat & rukun sholat, maka jadilah "sukaaro" sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyaqinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, "alkusaala" malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesai, senangnya menunda nunda waktunya, gerak sholatnya cepat seperti ayam matok.
surah & bacaan sholatpun komai kamit.
Simaklah Kalam ALLAH ini,
"...JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR BENAR FAHAM APA APA YANG KALIAN BACA DALAM SHOLAT KALIAN" (QS4:43).
Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yg dikatakan & apa yg diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku', sujud, tahiyyat & salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku' sujud menghadap PENCIPTA LANGIT & BUMI...tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dg PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA GALANYA!. Ku rehat dulu ya sahabatku, jangan lupa berwudhu, berzikir & berdoa sebelum tidur

3. Karena tidak sadar bahwa sholat itu adalah "Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi" dialog hamba kpd Kholiqnya, "Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dg ALLAH" (HR Bukhori Muslim). Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNYA, yg dipanggilpun yg berSYAHADAT, "Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah", yg tidak beriman tidak dipanggil, krn itulah Rasulullah mengingatkan,
"Yang membedakan kita dg org kafir adalah sholat, maka siapa dengan SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir".
Menutup aurat menghadapNYA, menghadap qiblat krn memang fokus jasad ruh, hati pikiran kpdNYA, apalagi berjamaah jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci krn memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca ifitah "inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho" hamba datang menghadapMU duhai PENCIPTA LANGIT & bumi, tunduk patuh taat padaMU...inilah diantara komunikasi sholat yg belum difahami, lantas bagaimana khusyu' tanpa kesadaran ini, sahabatku...?!

Jumat, 07 September 2012

Shalat dan Doa untuk Anak


Shalat untuk Anak
Shalat ini adalah salah satu bagian dari shalat hajat. Dengan shalat ini diharapkan anak kita menjadi anak yang shaleh dan baik, patuh dan berbakti pada orang tua, sukses dan bahagia di dunia dan akhirat. Shalat ini dilakukan oleh orang tua untuk anaknya, empat rakaat dua kali salam:
Rakaat pertama: membaca Surat Fatihah, dan Surat Al-Baqarah/2: 128 (10 kali) yaitu:
Rabbanâ waj’alnâ muslimayni laka wa min dzurriyyatanâ ummatan muslima-tan laka, wa arinâ manâsikanâ wa tub ‘alayna innaka Antat Tawwâbur Rahîm.
Ya Tuhan kami, jadikan kami berdua orang yang patuh kepada-Mu; jadikan keturunan kami ummat yang patuh kepada-Mu; tunjuk-kan kepada kami tempat-tempat ibadah haji kami; dan terimalah taubat kami, sesung-guhnya Engkau Yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.
Rakaat kedua: membaca Surat Fatihah, dan Surat Ibrahim 40-41 (10 kali) yaitu:
Rabbij’alnî muqîmash shalâti wa min dzurriyyatî, Rabbanâ wa taqabbal du’â’. Rabbanaghfirlî wa li-wâlidayya wa lil-mu’minîna yawma yaqûmul hisâb.
Ya Tuhaku, jadikan aku dan keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan shalat; ya Tuhan kami terimalah doaku.Ya Tuhan kami, ampuni aku dan kedua orang tuaku serta orang-orang mukmin pada hari terja-dinya hisab (hari kiamat).
Rakaat pertama dalam shalat yang kedua: membaca Surat Fatihah, dan Surat Al-Furqan 74 (10 kali) yaitu:
Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a’yunin waj-’alnâ lil-muttaqîna imâmâ.
Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74)
Rakaat kedua dalam shalat yang kedua: membaca Surat fatihah, dan Surat Al-Ahqaf/46: 15 (10 kali) yaitu:
Rabbi awzi’nî an asykura ni’mata-kal latî an’amta ‘alayya wa ‘alâ wâlidayya wa an a’mala shâlihan tardhâhu, wa ashlih-lî fî dzurriyyatî, innî tubtu ilayka wa innî minal muslimîn.
Ya Tuhanku, tunjuki aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Kau berikan padaku dan pada kedua orang tuaku, dan supaya aku dapat beramal shaleh yang Engkau ridhai; anugerahi aku kebaikan dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
Setelah salam membaca doa berikut 10 kali:
Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a’yun waj’alnâ lil-muttaqîna imâmâ.
Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74).
Kitab Mafâtihul Jinân, bab 2, halaman 215.
Yang berminat tek arab ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, silah mengkopi dari milis “Keluarga Bahagia” atau milis “Shalat-doa” berikut ini.
Doa untuk anak
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

1. Ya Allah
anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anakku
kemaslahatannya bagiku dan kesenangannya untukku
2. Tuhanku
panjangkan usianya untukku
tambahkan ajal mereka bagiku
untukku
pelihara yang kecil di antara mereka
kuatkan yang lemah di antara mereka
sehatkan badan, akhlak, dan agama mereka
sejahterakan jiwa dan raga mereka
dalam segala hal yang urusannya menjadi tanggunganku
alirkan rizki mereka melalui tanganku.
3. Jadikan mereka
orang-orang yang baik dan takwa
yang punya pandangan dan pendengaran
yang taat kepada-Mu
yang mencintai dan setia kepada kekasih-Mu
yang memusuhi dan membenci musuh-musuh-Mu
amin.
4. Ya Allah
melalui mereka
kokohkan anggota badanku
luruskan punggungku
banyakkan bilanganku
indahkan kehadiranku
hidupkan sebutanku
cukupkan aku ketika aku tiada
bantulah keperluanku
jadikan mereka
mencintaiku
mendekatiku
menyayangiku
taat dan tidak membantahku
tidak durhaka menentangku
tidak berbuat salah kepadaku.
5. Bantulah aku
untuk memelihara mereka
mendidik mereka
dan berbuat baik kepada mereka
dari sisi-Mu
anugrahkan kepadaku anak-anak
jadikan mereka kebaikan bagiku
jadikan mereka pembantuku
untuk memperoleh apa yang kuminta dari-Mu
6. Lindungi aku dan keturunanku
dari setan yang terkutuk
sungguh Kau ciptakan kami
Kaularang kami
Kaugemarkan kami
kepada pahala yang Kau perintahkan
Kau takutkan kami akan siksanya
Kau jadikan bagi kami
musuh yang memperdayakan kami
Kau berikan kepadanya kekuasaan atas kami
dalam hal tidak Kauberikan kepada kami atasnya
Kausimpan dia dalam dada kami
Kaualirkan dia dalam aliran darah kami
ia tidak lalai ketika kami lalai
ia tidak lupa ketika kami lupa
ia membisikkan rasa aman akan siksa-Mu
dan rasa takut kepada selain-Mu.
7. Jika kami bermaksud buruk
ia dorong kami
Jika kami ingin beramal saleh
ia tahan kami
ia hadapkan kami kepada syahwat
ia masukkan pada kami syubhat
Jika ia berjanji kepada kami
ia langgar janjinya
Jika ia memberikan harapan
ia putuskan harapan kami
Jika tidak Engkau palingkan tipuannya dari kami
ia menyesatkan kami
Jika tidak Engkau jaga kami dari jebakannya
ia menggelincirkan kami
8. Ya Allah
Taklukkan kekuasaannya atas kami
dengan kekuasaan-Mu
sehingga Kau tahan dia dari kami
melalui banyaknya doa kami pada-Mu
dan kami terbebas dari tipuannya
dan menjadi orang-orang yang suci yang Engkau jaga dari dosa.
9. Ya Allah
Anugerahkan padaku permintaanku
Cukupkan bagiku keperluanku
Jangan tolak doaku
karena Engkau telah berjanji akan mengabulkannya
Jangan hambat doaku
karena atas perintah-Mulah aku berdoa
Tenteramkan aku pada kebaikan
baik di dunia dan akhirat
yang aku lupa atau ingat
yang tertutup dan terlihat
yang tersembunyi atau tampak.
10. Tempatkan aku
bersama orang-orang saleh yang berdoa pada-Mu
bersama mereka yang Kaukabulkan doanya
ketika berdoa pada-Mu
bersama mereka yang Kauridhai
ketika bertawakkal pada-Mu
11. Mereka yang terbiasa berlindung pada-Mu
mereka yang beruntung karena berdagang dengan-Mu
mereka yang berlindung dalam naungan-Mu
mereka yang mendapat anugerah
dalam limpahan nikmat-Mu
dari kemuliaan dan kedermawanan-Mu
mereka yang dimuliakan
setelah menghinakan dirinya di depan-Mu
mereka yang dilindungi dari kesalahan
melalui keadilan-Mu
mereka yang terhindar dari kecelakaan
melalui kasih-sayang-Mu
mereka yang dicukupkan dari kemiskinan
dengan kekayaan-Mu
mereka yang karena ketakwaannya
Kau lindungi dari dosa, lalai, dan kesalahan
mereka yang beramal saleh, dan mendapat pahala
karena ketaatannya pada-Mu
mereka yang Kaulindungi dari dosa
melalui kekuatan-Mu
mereka yang Engkau cegah
dari berbuat maksiat pada-Mu
mereka yang berada di dekat-Mu.
12. Ya Allah
Berikan padaku semua itu dengan petunjuk dan rahmat-Mu
Lindungi aku dari api neraka
Anugerahkan pada saudaraku, muslimin dan muslimat
apa yang aku minta dari-Mu bagiku dan anak-anakku
di dunia dan di akhirat
Sungguh, Engkau Maha Dekat
Yang Maha Menjawab doa
Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui
Maha Pengampun, Maha Pemaaf
Maha Pengasih, Maha Penyayang.
13. Dan berikan pada kami apa yang terbaik
di dunia dan di akhirat dan lindungi kami
dari siksa api neraka.