Sabtu, 13 Desember 2014

Jangan mengeluh karena hal-hal kecil, karena kamu punya banyak alasan untuk berterimakasih kepada Allah SWT

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS Alnahl [16]: 18). 

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah.

Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).

Kamis, 11 Desember 2014

Do’a Untuk Anakku: Selamat Ulang Tahun

Do’a Untuk Anakku: Selamat Ulang Tahun

Segala puji bagi Allah SWt, yang awal tanpa yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Mahasuci AsmaNya, Maha tampak AnugrahNya.
Ya Allah. Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak berhingga.
Ya Allah. Anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anakku, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya melalui tanganku, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.
Bantulah aku, mendidiknya, berbuat baik kepadanya dari sisiMu. Jadikan anakku, mendekatiku, menyayangiku, mencintaiku.
Jadikan anakku, orang yang baik dan takwa, yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepadaMu, yang mencintai dan setia kepada kekasihMu, Muhammad SAW.
Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmatMu, berikan kepada kami apa yang terbaik di dunia dan akhirat. Amin
Selamat ulang tahun anakku

Bequem Saidah Kamila, 12-12-2009

Rabu, 10 Desember 2014

ILMU Vs HARTA



  1. Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta warisan si Qorun.
  2. Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta haruslah kau yang menjaganya.
  3. Pemilik ilmu punya banyak teman, sedangkan pemilik harta punya banyak musuh.
  4. Jika ilmu dipergunakan akan bertambah, sedangkan harta dipergunakan akan berkurang.
  5. Ilmu takkan pernah tercuri, sedangkan harta mudah dicuri.
  6. Pemilik ilmu akan selalu disebut mulia dan terhormat, sedangkan pemilik harta akan disebut pelit dan rakus.
  7. Ilmu itu abadi, sedangkan harta akan musnah.
  8. Ilmu akan menyinari hati, sedangkan harta akan mengeraskan hati.
  9. Pemilik ilmu akan diberi syafa’at di akhirat, sedangkan pemilik harta akan dihisab.
  10. Pemilik ilmu akan dimuliakan walaupun sedikit ilmunya, sedangkan pemilik harta disebut besar setelah banyak hartanya.
  11. Pemilil ilmu akan dimuliakan walaupun sedikit ilmunya, sedangkan pemilik harta disebut besar setelah banyak hartanya.




Selasa, 09 Desember 2014

Yang Belum Pernah Melakukannya

Hallo pak Aji. Pengen ngobrol niy ???

“aku ingin curhat.” Ia membuka percakapan.
“Ada apa? Curhatlah.”
“Aku dimarahi suamiku.” Katanya
“Hah? Baru empat hari menikah udah dimarahi? Kok bisa?” Saya sangat terkejut. Tentu saja. Sahabat saya ini baru menikah empat hari yang lalu. Tetapi dia sudah kena marah suaminya. Bukankah selama ini kebiasaan pengantin baru yang saling mencintai akan mesra dalam waktu yang lama?
“Iya, bahkan suamiku bilang, aku tidak patuh, aku berdosa.” Lanjutnya. “Dia juga berkata, ‘mau aku nikah lagi?’”
“Alasannya?”
“Aku mendorong tubuhnya saat dia mendekatiku.” Sahutnya tersipu.
“Kenapa?”
“Rasanya sangat sakit. Aku tidak bisa menahannya. Jadi aku tidak mau.”
Ouw… Okay.

Saya tertawa, tetapi juga prihatin. Kasihan suaminya. Padahal seorang pria ketika sudah berada dipuncak keinginannya, akan sangat sulit mengendalikan birahinya.
Pernah saya membaca sebuah tulisan yang berbunyi, ‘Malam pertama juga dapat menentukan kepuasan malam-malam berikutnya bagi pasangan suami istri.’ Saya tidak sepenuhnya setuju dengan uangkapan tersebut, tetapi jika melihat kasus yang terjadi pada sahabat saya di atas, ada ancaman dan kekecewaan di sana. Ini karena mereka sadar telah gagal melakukan hubungan di malam pertama mereka.
“kenapa nggak bilang kalo hubungan intim itu sakit?”
“Sakit itu hanya sementara.”
“Tapi sakit banget.”
“Ya tentu, sakit. Sangat sakit. Ibarat selembar kulit disayat hingga berdarah-darah. Tentu sakit. Bahkan tubuh kita akan tetap sakit selama tiga sampai empat hari setelah itu.”
Ouw…!
Tetapi teman, apakah engkau tahu bagaimana rasanya sakit saat melahirkan? Kata mereka yang pernah melahirkan, sakitnya adalah seribu rasa yang dijadikan satu. Karena itulah Allah memberikan reward yang sangat mulia bagi wanita yang meninggal karena melahirkan. Syahidah.
Jadi, sakit karena robeknya selaput dara tidaklah seberapa jika dibanding melahirkan kelak. Jika semua diniatkan ikhlas karena Allah, semua akan menjadi kebanggaan ketika wanita berhasil menyerahkan mahkota paling berharganya kepada suami tercintanya. Yakinlah…, pahala Allah juga sangat besar yang disediakan untuk itu.
Jika sakit yang sebentar dan disusul dengan nikmat saja kita takut, lalu akan bagimana menghadapi sakit saat melahirkan nanti?
“Aku gak kuat.”
“Apakah dia tidak melakukan perangsangan lebih dulu?”
“Tidak. Dia masih culun.” Hmm… dengan kasus seperti, ini pria juga tidak boleh begitu saja menyalahkan istri. Karena dia turut bertanggungjawab, atas kesiapan mental seorang istri. Pria turut berperan dalam membentuk rasa sakit atau nikmat yang dirasai seorang istri saat melakukan hubungan intim. Seharusnya dia tahu itu.
Lalu, bagaimana?
Lakukanlah seperti yang diajarkan Rasulullah. Wudhu, sholat dua rakaat bersama, berdoa, minum susu segelas berdua. Mengecup lembut kening istri, dan mulailah dengan foreplay, untuk menumbuhkan hasrat wanita agar siap melakukannya.
Dia mungkin akan tetap gemetar dan takut. Dia juga dapat melukaimu dengan kuku-kuku jarinya yang menancap di kulitmu. Tetapi jika pria pandai memainkan birahinya dengan rangsangan yang tak terputus, Insya Allah semua akan berjalan dengan baik dan lancar. Membuahkan hasil yang memuaskan untuk pasangan pengantin muda yang belum pernah melakukannya. Dan malam pertama itu berjalan dengan baik. Wallahua’lam
Barokallahulakum wabaraka alaikum wajamaabainakumaa fiikhairiin…


Berdoalah, Maka Kehidupan Anda Akan Jadi Luar Biasa

Berdoa adalah salah satu cara untuk mempererat ikatan batin antara manusia dan Allah SWT. Berdoa tidak hanya sekedar meminta sesuatu, karena doa-doa yang Kita lantunkan bisa menjadi media untuk menjadi manusia yang berkualitas.

Kapan Kita berdoa? Apakah setiap hari atau hanya pada saat ada maunya?
Saran Saya, berdoalah lebih sering. Menurut saya bahwa orang yang rajin berdoa punya kemampuan untuk lebih percaya diri dan optimis menjalani hidup.

Kekuatan doa juga membuat manusia jadi orang yang lebih sabar. Ketika banyak orang tidak tahan dengan godaan dunia, orang yang sering berdoa lebih bisa menahan diri.

Dengan kita rajin berdoa dapat mempertahankan kontrol diri. Doa yang konsisten akan memberi kontribusi menguntungkan dalam hal pengendalian diri manusia

Coba lihat berbagai berita setiap hari, berapa banyak kasus kejahatan terjadi karena rasa sabar manusia makin tipis. Berapa banyak korupsi terjadi karena manusia terlena dengan godaan dunia? Salah satu cara untuk melindungi diri adalah berdoa.

Maka berdoalah setiap kali hati Anda tidak tenang dan setiap kali bersyukur. Dan berdoa disaat kita ada maunya atau meminta sesuatu.

Mas Ahmad Wijaya “Ajari Aku Bisnis”
doa saya "Pengen Jadi Juragan Martabak"



Senin, 08 Desember 2014

Hal biasa dan luar biasa dari teman



Berteman dengan orang-orang baik merupakan pilihan, siapa yang ingin menjadi baik hendaklah ia berteman dengan orang-orang baik, karena orang yang baik akan menularkan contoh kebaikan kepada temannya begitupula dengan teman yang memiliki sifat buruk, perlahan-lahan ada sifat yang tanpa sadar ‘menular’ kepada temannya.
Rasulullah bersabda yang artinya : “Agama seseorang dapat bergantung dengan temannya, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang kalian jadikan teman” ( Hr. Abu Daud dan Tirmidzi)

Secara tidak sengaja,  perilaku baik atau buruk seseorang begitu cepat menjangkiti orang lain, apalagi jika interaksi itu terjadi secara rutin dan kontinu, maka efeknya tentu akan lebih dahsyat lagi. Alangkah indahnya jika kita ‘terjangkiti’ perilaku baik dari teman-teman yang baik, sehingga kebaikan akan tersebar dan melahirkan kebaikan lainnya.

Orang yang terbaik adalah orang yang jika kita melihat dan berinteraksi dengan mereka mengingatkan kita kepada Allah, dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang jika kita melihat dan berinteraksi dengan mereka menjauhkan kita kepada Allah dan mendorong  untuk berbuat maksiat. 

Rasulullah bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan manusia terbaik diantara kalian?, sahabat menjawab,” Tentu Ya Rasulullah, Rasul bersabda,”Sebaik-baik orang adalah yang jika kalian melihatnya mengingatkan kepada Allah.” ( HR. Ibnu Majah )

Umar bin Khattab berkata,” Hendaklah kalian bersama teman-teman yang baik, karena mereka ibarat hiasan kegembiraan dan bekal dalam ujian.”

Keutamaan lain yang dimiliki oleh teman-teman yang baik adalah doa. Doa teman yang baik dari jauh akan dikabulkan Allah, Rasulullah bersabda,” Doa seorang mukmin untuk saudara yang  tidak berada disisinya akan dikabulkan Allah, dibawa oleh Malaikat yang bertugas, setiap saudaranya berdoa kebaikan malaikat berkata,” Amiin “ ( semoga Allah mengabulkan )  Dan bagimu seperti doamu ( HR. Muslim  ).

Special 'without you'  Agung Setiono


Minggu, 07 Desember 2014

Kesibukan VS Kebersamaan

Kesibukan VS Kebersamaan
Ternyata Kurikulum 2013 sukses menyita sebagian besar waktu, pikiran, dan tenagaku. Huh !
Tapi, kalau dipikir-pikir kesibukan yang seperti itu bagus juga. Terutama untuk orang yang punya bakat sering terserang perasaan gundah atau gelisah tak menentu (atau dalam bahasa sekarang: galau!). Dan mungkin saya termasuk di dalamnya.
Dalam kehidupan pernikahan saya, saya mencatat ‘penyakit’ itu sangat mengganggu apalagi di saat istri saya jadi semakin manja karena masa kehamilannya. Sering saya menjadi terlarut dan merenunginya terus-menerus. Betapa susahnya istri saya menjalani masa kehamilan dan melakukan kewajiban sebagai istri yang jauh dari suami harus kuliah, mengajar, mengurusi kedua anak saya, menjaga rumah dan merawat orang tua.
Syukur alhamdulillah, ditengah kesibukannya mengajar, kuliah, belajar, dan sebagainya. Beliau sama seklai tidak mengeluh dengan keadaan ini, bahkan kami jarak memisahkan kami tidak lebih dari ujian yang kami aggap adalah ibadah mencari ridho Allah SWT. Mengobrol tak harus setiap hari. Komunikasi via telephon kami lakukan secara intennsif. Sekedar melepas kangen dan berbagi cerita tentang keadaan kami masing masing.
Bertemu sekali dalam seminggi terasa sebagai anugerah yang luar biasa untuk kami .
Banyak komentar kepada istri saya tercinta terkait kondisi kami ini. Mulai dari candaan sampai tanggapan serius.  Yang tersering dan paling membingungkanku adalah pernyataan-pernyataan penuh rasa kasihan atau waswas seperti contoh berikut.
1.       “Kasihan amat suaminya nggak di rumah, anak sudah dua dan sedang mengandung pula” itu salah satunya
Alhamdulillah kami selalu saling mendampingi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 12 bulan setahun, tanpa bergantung pada kuantitas tatap muka atau mengobrol! Itu jawaban kami
2.       “Kalo saling berjauhan gitu kan banyak godaan. Kalo masing-masing tergoda sama yang lain gimana? Itu salah satunya
InsyaAllah kami saling percaya dan Allah yang Maha Menjaga ! Itu jawaban kami

Dengan adanya siklus hari-hari saat tinggal seatap dan hari-hari saat berjauhan, Kami “saya dan istri” menikmati begitu banyak hal. Aku sangat terbiasa untuk sedih dan khawatir setiap saya pergi ke Cikarang, dan terbiasa pula untuk gembira berbunga-bunga setiap jadwal pulang kampung.
Begitu pula dengan istri saya. Setelah beberapa lama tidak bertemu, tingkahnya saat bertemu kembali dengan saya tak berbeda dari ekspresi antusias dan kebahagiaan sederhana seorang istri. Nah, jadi di mana letak kasihannya? Bukankah kami pasangan yang sangat beruntung dan akan menjadi tak tahu diri kalau tak mensyukurinya? (Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan, hai manusia!)
Saat-saat akan berpisah dan bertemu kembali selalu menjadi momen istimewa bagi kami. Sementara itu, masa saat berjauhan di antaranya pun terasa sebagai nikmat dan berkah tersendiri. Kami tidak hanya sama-sama mendapat kesempatan untuk berdikari dan fokus berkarya di bidang masing-masing.
Banyak berjauhan dan punya kesibukan masing-masing tidak pernah membuat saya maupun istri merasa bahwa kami kurang memiliki kebersamaan. Dalam kesibukan masing-masing, sejauh apapun kami terpisah secara geografis, kami selalu merasa menemani dan ditemani satu sama lain. Dan saya rasa, mungkin ini ada hubungannya dengan momen setiap akan berpisah.
“Abi  hati-hati lho ya, nggak boleh jaga kesehatan, makan teratur, tidur jangan terlalu malam,  Nggak boleh banyak makan mie instan ! Itu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Nanti kalau ada….” Kutipan ini adalah contoh ucapan yang sering disampaikan istri padaksaya sebelum kami berpisah.
Bentuk kekhawatirannya yang mungkin bagi orang lain berlebihan (karena diucapkan berulang-ulang dan panjang lebar) inilah yang menjadi bekal bagiku selama berjauhan dengannya. Pesan itu membuat saya merasa nyaman sekali di hati dan perasaan.
Aku, tentu saja, jauh lebih cerewet dan lebay: “Aduuh nda jauh dari abi! Bunda juga jaga kesehatan bunda dan dede yang ada di perut, banyak istrihata, selalu berfikir positif, makan buah sama sayurnya dibanyakin, dong! Vitaminnya jangan lupa! Kalo bisa jangan sampe minum obat tapi kalo udah terpaksa gpp dsb….blablabla…..
Dan karena saya bisa memaksimalkan kemampuank saya untuk mengoceh terus jika tidak dihentikan, tak ada cara lain bagi istri saya selain berjanji memenuhi permintaank saya tersebut satu per satu…hahhaha. Saat berjauhan, kami sudah sama-sama tenang. Saya tenang karena telah memberikan seribu pesan (meskipun akhirnya hanya dilaksanakan satu-dua!), sementara istri saya tenang karena melihat saya ada bersamanya melalui seperangkat doa panjang.
Jadi, terima kasih atas perhatiannya. Tak perlu kasihan, karena kami orang-orang yang diberi nikmat. Tak perlu waswas berlebihan, karena insyaAllah kami sepenuhnya sadar atas ujian yang datang bersama nikmat itu dan menyerahkannya kembali padaNya. Kami suami istri yang selalu bersama, tak pernah terpisahkan. Ini tak ada hubungannya dengan kuantitas pertemuan fisik, karena sang hatilah yang bertugas. Anugerah terindah dari Allah SWT untuk kami sejak 10 tahun lalu. Alhamdulillah
Salam bahagia